Rabu, 21 September 2011

Bandoso Band





BANDOSO - INDONESIAN METAL HORDE RULES!

Setiap yang bernafas pasti akan mati.
Sebuah ketetapan dari hukum alam yang merupakan pertanda bahwa tidak ada yang hidup abadi di dunia.
BANDOSO merupakan ikon akhir dari trilogi proses kehidupan, yang dimulai dari Lahir, Mengisi Kehidupan, lalu KEMATIAN. Secara estimologi BANDOSO adalah sebuah kata benda yang berasal dari bahasa jawa, yang berarti Keranda Mayat.
Kematian adalah sebuah ketetapan dari Sang Kuasa yang datangnya tidak pernah diketahui.
BANDOSO terbentuk pada tahun 1999 dengan lokasi yang masih menjadi rahasia di wilayah Solo, Indonesia, dengan formasi awal Pinthus (vocal), Bandung (drum), dan Agung (gitar). Waktu itu mereka memainkan musik dengan cara trial minimalis Black Metal. Menyatukan kimiawi dalam diri mereka bertiga supaya terbentuk suatu style musik yang pas
Pada tahun 2002 Rara (female vocal) dan Nonot (bass) bergabung untuk memperkuat dan melengkapi formasi band.
Dalam proses rekaman album tahun 2003, untuk menambah nuansa atmospheric formasi band bertambah dengan masuknya Ichsan (keyboard). Dan akhirnya album perdana BANDOSO yang bertitle “Kegelapan dalam keabadian” dirilis tahun 2004 oleh Holyflesh Record.
Dan sampai saat ini BANDOSO akan terus berjalan melewati dimensi waktu, yang mungkin saja umurnya akan lebih lama dari para personilnya, hidup yang selalu dinamis sesuai kemutakhiran jaman sebagaimana kemesraan diantara dialektika kefanaan dan kenyataan.
Desidgned by DENI' /
Current Line Up:
Pinthus Petrozza (Dead Man Screaming)
Agung "Nonot" Pranawa (Guitar)
Yunus Nasruddin (Bass)
Ichsan Adhi S (Keyboard)
Teuku Lian (Drum)

Past Members:
Bandung (drum) 1999-2005
Rara (female Vocal) 2002-2006
Agung Santoso (Guitar) 1999-2009

Contact: mystical_bandoso@yahoo.com

Discography:
1. Kegelapan dalam keabadian (2004)
2.Totally Destroy Manahan (Live at Manahan Park) DVD Live (2007)
3. Union Of Eastern Legacy 2, Compilation (2007)
4. Konfrontasi Maximal, Compilation (2008)
5. Benefit For Sinabung, Compilation (2010)


Durhaka Band

DURHAKA - Satu-satunya Band Black Metal yang tersisa di Manado sejak insiden Pemberantasan Gereja Setan pada awal tahun 2000-an yang menyebabkan banyak band Satanic Manado terpaksa membubarkan diri. Sebagai band tertua di Manado yang masih bertahan sampai saat ini, DURHAKA telah membuktikan konsistensi mereka, meski terus menerus diburu para pengikut Gerakan Anti-Pemuja Setan.

Tekanan demi tekanan memang membuat DURHAKA tertatih, pincang, dan compang-camping. Personil band datang dan pergi silih berganti, namun nama DURHAKA tetap eksis di kegelapan musik Manado.

Mundurnya Ipoy dari posisi bass dan King dari keyboard, tak menyurutkan jiwa DURHAKA untuk terus menebar kesesatan. Masuknya Adjie di keyboard menambah kelamnya musik DURHAKA.

Menyambut Manado MetalFest 2010, DURHAKA siap untuk menggelegar!

Perjalanan Sejarah DURHAKA Band


From TITANICA to DURHAKA

TITANICA - 1996
Ias - Vocal/Bass
Ucok - Guitar
Eka - Guitar
Buddy - Drums

DURHAKA - 1998
Leo - Vocal
Ucok - Guitar
Eka - Guitar
Ias - Bass
Buddy - Drums

DURHAKA - 1999
Leo - Vocal
Ucok - Guitar
Eka - Guitar
Rio - Bass
Buddy - Drums

DURHAKA - 2000
Leo - Vocal
Ucok - Guitar
Eka - Guitar
Rio - Bass
Elliezer - Guitar
Buddy - Drums

DURHAKA - 2004
Leo - Vocal
Ucok - Guitar
Eka - Guitar
Gino - Bass
Uphiek - Keyboard
Buddy - Drums

DURHAKA - 2007
Leo - Vocal
Heinze - Guitar
Eka - Guitar
Billy - Bass
Buddy - Drums

DURHAKA - 2007
Leo - Vocal
Heinze - Guitar
Witho - Guitar
Ipoy - Bass
Buddy - Drums

DURHAKA - 2008
Leo - Vocal
Heinze - Guitar
Witho - Guitar
Ipoy - Bass
Buddy - Drums
King - Keybord

DURHAKA - 2010
Buddy - Drums
Leo - Vocal
Heinze - Guitar
Witho - Guitar
Adjie - Keyboard
Additional Bass Player

Senjata Perang Modern

The M4A1-Custom dimodifikasi versi biasa M4A1 dengan pemandangan titik merah dan memiliki peredam. Hal ini hanya dapat diperoleh melalui peti ZP atau kupon [60 kupon]. Hal ini jauh lebih akurat daripada anyother M4A1 dan telah mundur secara signifikan kurang. Peredam sangat bagus untuk modus seperti S & D dan modus melarikan diri dan membantu menyembunyikan lokasi pengguna. Titik merah juga memberikan pengguna hampir 100% akurasi saat membidik pemandangan bawah yang membuat ini weaopn besar baik jarak jauh dan dekat. Tipe Permainan ini senjata yang sedikit berbeda dengan M4A1 reguler karena pola semprot.Hal ini membutuhkan lebih banyak keterampilan untuk menggunakan dan tangan yang baik ini menjamin senjata mengalahkan setiap senjata dalam permainan.


VARIAN :
M4A1-Crystal
M4A1-Elite

Sedang Apa Dan Dimana - Sammy Simorangkir




C        Bm    
dulu selalu ada 
C        Em   D/F#
waktu untuk kita
C      Bm    Am D
kini ku sendiri

C      Bm
dulu kata cinta 
C         Em    D/F#
tak habis tercipta
C       Bm   Am D
kini tiada lagi

        C           D     
sedang apa dan dimana 
    Bm                 Em
dirimu yang dulu ku cinta
         Am            D
ku tak tahu tak lagi tahu 
           G     Bm
seperti waktu dulu

           C          Cm
apakah mungkin bila kini 
     Bm       Em
ku ingin kembali
       Am  D           
menjalani janji hati kita

Int:  G B Em D C
      C Bm C Em D 
      C Bm F D E

        D
sedang apa 
F       D#         
sedang apa dan dimana 
    Dm                 Gm
dirimu yang dulu ku cinta
         Cm            F
ku tak tahu tak lagi tahu 
           Fm   A#
seperti waktu dulu
            D#         D#m
apakah mungkin bila kini 
     Dm       Gm
ku ingin kembali
       Cm Dm
menjalani 
       D# Dm Gm
menjalani 
       Cm F             D# Dm D#
menjalani janji hati kita